TAMAN WISATA ALAM | Menari Bersama Rusa Diguyur Dingin Curug

Berswafoto dengan rusa dari balik pagar Istana Bogor itu biasa. Lebih seru berfoto dengan Joni, rusa bawean jantan liar, di Taman Wisata Alam Penangkaran Rusa di Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Bogor. Tak kalah seru lagi, menikmati guyuran curug dan diayun arus buatan

HilariusJourney.WordPress.com  –  S” egerrrr …. Di mana TKPnya? Meluncur nih, gak pakai rem…,” kata Dian, karyawan swasta yang energik, penasaran. TKP alias ”tempat kita piknik” itu di timur Kabupaten Bogor dan tak jauh-jauh amat dari pintu keluar Tol Jagorawi di Cibubur, Jakarta Timur. Ada tiga titik piknik sekaligus, yaitu Taman Wisata Alam (TWA) Penangkaran Rusa, TWA Curug Cipamingkis di Kecamatan Sukamakmur, dan Water Kingdom Mekarsari di Kecamatan Cileungsi. Perjalanan mobil atau sepeda motor pribadi tak sampai dua jam dari pintu keluar Tol Cibubur atau jembatan Cibubur. Sebelum tiba di lokasi, dari Cibubur melalui poros Jalan Raya CileungsiJonggol-Cariu-Cianjur atau jalur Transyogi. Bisa juga keluar pintu tol di Citeureup atau Cibinong, kemudian mengarah ke Pasar Citeureup, lalu melalui Desa Tarikolot, menuju Sukamakmur. Jalur ini paling baik dipilih jika memang hendak berfoto dan menikmati panorama pegunungan dengan hamparan sawah plus sungainya. Jalannya memang jalan perdesaan yang tak terlalu lebar. Banyak tanjakan, turunan, dan tikungan. Maklum, melintasi perbukitan. Namun, kalau tujuannya menikmati panorama alam sambil sesekali menepi untuk berfoto, jalan-jalan perdesaan inilah yang sebaiknya dipilih. Lewat jalur ini juga lebih nyaman untuk menjangkau TWA Curug Cipamingkis. Jika rencana berikutnya meneruskan ke TWA Penangkaran Rusa atau Water Kingdom Mekarsari, lanjutkan saja perjalanan hingga bertemu jalur Transyogi. Setelah itu, belok kiri ke arah Cileungsi untuk sampai di Water Kingdom atau belok ke kanan ke arah Cianjur untuk TWA Penangkaran Rusa. Jika di perjalanan tadi tak sempat berfoto di bebatuan Sungai Cipamingkis, jangan khawatir. Di kawasan TWA Penangkaran Rusa, puaskan berfoto di bebatuan Sungai Cibeet. Sebelum sampai di areal hutan taman wisata alam, pengunjung bisa menikmati sensasi bergoyang menapaki jembatan gantung 25 meter di atas Sungai Cibeet. Jembatan itu menjadi gerbang masuk ke kawasan TWA Penangkaran Rusa. Setiap pengunjung harus membeli tiket masuk Rp 16.000 per orang. Dari jembatan itu, sekitar 100 meter jaraknya, adalah lapangan rumput tempat rusa-rusa berkumpul dari dalam kawasan hutan. Di sanalah Joni dan rusa lain bisa dijumpai, didekati, dan diberi makan. Di sana pula swafoto atau video pengunjung dilakukan. Namun, semua itu ada aturannya. Ikuti instruksi petugas, seperti dikatakan Anjum, salah satu petugas TWA Penangkaran Rusa. ”Jangan kasar,” katanya. Rusa bawean (Bawean nama pulau kecil di wilayah Kabupaten Gresik, Jawa Timur) adalah satwa endemik Indonesia. Meski tubuhnya tak sebesar rusa timor atau rusa sambar, rusa bawean liar tetaplah patut diwaspadai. Satwa bertanduk itu juga punya ”harga diri” dan liar. Jadi, berhati-hatilah. Umumnya, pengunjung bermurah hati. Mereka bisa memberi makan irisan ubi mentah atau wortel. Pakan itu bisa dibeli dari warga sekitar Rp 10.000 per satu kantong plastik. Itu cukup menyenangkan hati Joni. Sebelum atau sesudah bermain dan berswafoto dengan rusa, pengunjung bisa beristirahat makan, ngopi, atau ngeteh di ranjang bambu (amben) dekat bantaran sungai di bawah tajuk-tajuk pohon. Amben-amben yang ditata cukup rapi itu fasilitas dari warung-warung makan warga. Dengan uang Rp 50.000, dijamin perut kenyang, terisi nasi timbel lauk ikan goreng atau ikan bakar plus lalapan dan sambal. Di warung-warung itu pula pengunjung dapat mengisi ulang baterai-baterai kamera atau telepon seluler. Oya, perlu diketahui, rusa-rusa yang merumput di lapangan terbuka akan kembali masuk hutan, biasanya menjelang pukul 17.00.

Curug Cipamingkis

Penegunjung berfoto bersama rusa bawean di Taman Wisata Alam Penangkaran Rusa di Kabupaten Bogor, awal Maret 2017. Pengunjung dibolehkan berinteraksi dengan rusa di bawah pengawasan

Sensasi alam juga patut dicoba. Pengunjung bisa mandi dan berendam di kolam di bawah curahan air terjun Curug Cipamingkis yang tiket masuknya Rp 16.000 per orang. Ada lebih dari seratus anak tangga disusun dari batu kali yang harus ditapaki. Itu tantangan tak berarti jika dibandingkan sensasi derasnya air terjun setinggi 8 meter. ”Di bawah sana banyak spot untuk berfoto, tetapi pengunjung tetap naik sampai ke air terjun. Kalau tidak mandi, setidaknya cuci muka,” kata Hasan, salah satu petugas jaga taman wisata alam itu. Air curug itu memang jernih, dingin, dan menyegarkan. Belum pernah ada banjir bandang dari ketinggian curug. Spot untuk berfoto, antara lain jembatan cinta dari rakit bambu di atas Sungai Cipamingkis, perahu asmara, rumah pohon, dan Taman Baratayuda dengan patung Kresna di kereta perangnya yang ditarik enam kuda. Salah satu spot favorit adalah perahu asmara, yakni anjungan berbentuk separuh badan kapal. Sekali berfoto membayar Rp 2.000. Dengan sudut pengambilan yang tepat, foto di atas anjungan kapal itu seakan tengah berada di haluan kapal saat melintas di Sungai Cipamingkis. Berfoto di rumah pohon juga jangan dilewatkan. Batang pohon sangat besar dengan akar-akarnya yang membentuk celah atau ”pintu” menjadi latar belakang yang unik. Dikenakan tiket Rp 2.000 per orang. Jika berfoto di TWA Penangkaran Rusa dan Curug Cipamingkis didominasi warna hijau alam, berfoto di Water Kingdom Mekarsari lebih berwarna. Meski rimbun pepohonan, tempat wisata itu adalah taman air dengan kolam-kolam yang dicat warna cerah. Besar kolam bervariasi, mulai dari ukuran olimpiade hingga kolam bermain anak balita. Ada pula kolam ombak dan kolam arus. Tiket masuknya Rp 95.000 per orang. ”Water Kingdom adalah water park terbesar di Asia dan juga satu-satunya water park yang memiliki danau,” kata Widi, direktur pemasaran. Danau Cipicung namanya, di mana pengunjung bisa mengarungi menggunakan perahu naga. Jadi, jika tertarik, berwisatalah ke wilayah timur Kabupaten Bogor. Tiga tempat wisata itu hanya sebagian dari pilihan lokasi di wilayah Bogor. [hilariusjourney.wordpress.com |Sumber : Kompas, Sabtu, 18 Maret 2017  di halaman 28|Oleh : Ratih P Sudarsono]

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s