Ojek Daring Si Primadona

Angkutan dalam jaringan menjadi salah satu moda transportasi penting di Jabodetabek setelah kendaraan pribadi. Selain keunggulan tarif, kenyamanan dan akses yang mudah membuat angkutan daring semakin dicari dibandingkan dengan angkutan konvensional yang lain.

HilariusJourney.WordPress.comANGKUTAN daring hadir di Indonesia sejak 2011 yang diawali dengan kehadiran ojek daring. Kehadiran ojek daring diminati warga Jabodetabek karena tarifnya yang murah dan tidak perlu tawar-menawar. Dalam perkembangannya, angkutan daring merambah kendaraan roda empat. Angkutan mobil ini berperan seperti taksi, tetapi tarifnya lebih murah dan kendaraan yang digunakan tanpa merek perusahaan taksi. Minat warga Jabodetabek tertangkap dalam survei jajak pendapat Kompas, awal Mei lalu. Hampir seperempat responden memilih angkutan daring, baik ojek ataupun mobil, untuk mobilitas sehari-hari. Pilihan tersebut menjadi pilihan kedua setelah separuh responden yang masih setia dengan kendaraan pribadi. Adapun angkutan umum, seperti bus transjakarta, bus kota, angkot, dan KRL menjadi pilihan ketiga. Berbagai kelebihan yang dimiliki angkutan daring ini mendorong warga untuk mengaksesnya. Hampir separuh responden sepakat, tarif murah dan kepastian harga menjadi kelebihan utama angkutan daring ini. Survei Balitbang Kementerian Perhubungan tahun 2017 di Jabodetabek menunjukkan adanya ketimpangan harga antara taksi reguler dan daring. Para konsumen rata-rata membayar tarif taksi reguler Rp 5.335 per kilometer, sedangkan pada taksi daring Rp 3.220 per km. Selisih Rp 2.100 ini merupakan salah satu faktor angkutan daring lebih diminati daripada angkutan reguler. Kemudahan akses menjadi keunggulan lain yang diungkapkan sekitar 30 persen responden. Penggunaan aplikasi teknologi informasi yang menjadi pendukung utama angkutan ini membuat masyarakat dengan mudah mendapatkan moda transportasi tanpa harus menunggu lama di pinggir jalan dan bisa mengetahui keberadaan angkutan tersebut sebelum sampai. Selain itu, 19 persen responden menilai, angkutan daring lebih nyaman. Tiga perempat responden mengaku pernah mengakses angkutan ini. Bahkan, 68 persen responden yang sehari-hari menggunakan kendaraan pribadi juga pernah menggunakannya.

Aturan tarif

Fenomena tersebut menimbulkan kegelisahan, khususnya bagi angkutan lain seperti angkutan umum, ojek konvensional, dan taksi reguler. Beberapa bulan terakhir, operator dan pengemudi angkutan umum di sejumlah daerah berunjuk rasa meminta pemerintah segera mengatur dan melarang angkutan berbasis aplikasi. Sejumlah konflik antara pengemudi angkutan daring dengan angkutan konvensional muncul di sejumlah tempat Tanggal 1 April, Menteri Perhubungan akhirnya menetapkan Peraturan Nomor 26 Tahun 2017 mengenai Penyelenggaraan Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek. Aturan ini mengatur angkutan sewa khusus tersebut, termasuk penerapan tarif batas atas dan bawah. Ketentuan baru terkait tarif tersebut menimbulkan pro-kontra. Mekanisme tarif dianggap bertentangan dengan mekanisme pasar dan cenderung memihak transportasi konvensional. Namun, pemerintah berdalih hal tersebut untuk mencegah persaingan tidak sehat dan aspek standar pelayanan minimal jasa transportasi. Selain itu, aturan tarif juga untuk menjamin keselamatan penumpang. Operator daring tidak bisa seenaknya menaikkan biaya transportasi saat jam-jam sibuk. Bagi pengguna angkutan daring, mekanisme tarif angkutan daring tidak menyurutkan niat untuk menggunakan angkutan sewa khusus ini. Bahkan, hampir tiga perempat responden tetap bersedia naik angkutan daring jika tarifnya nanti sama dengan angkutan umum. Minat ini tidak hanya ditunjukkan oleh 77 persen responden kelas atas dengan pengeluaran lebih dari Rp 5 juta yang mampu membayar lebih mahal. Sebesar 68 persen responden dengan pengeluaran kurang dari Rp 3 juta juga menyatakan minatnya. Hal ini menunjukkan, kemudahan akses, kenyamanan, dan keamanan juga menjadi faktor penarik angkutan berbasis teknologi ini. Di sisi lain, peran pemerintah juga dinanti untuk meningkatkan kualitas layanan angkutan umum konvensional.[hilariusjourney.wordpress.com |Sumber : Kompas , Minggu 4 Jun 2017 |Oleh : BUDIAWAN SIDIK]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s