Bugar dan Segar di Tepian Danau

Ruang terbuka hijau bagi warga kota merupakan oase melepas penat dan kembali mendapat kesegaran tanpa harus ke luar kota. Di kawasan Universitas Indonesia, Kota Depok, Jawa Barat, misalnya, danau-danau yang merupakan kawasan konservasi diberi fasilitas penopang rekreasi dan olahraga.

HilariusJourney.WordPress.com – Memasuki kawasan UI yang dipenuhi pepohonan rindang memang menyegarkan. Terlebih pada akhir pekan, Sabtu dan Minggu pagi, saat tak banyak kendaraan bermotor lalu lalang. Oleh karena itu, meski rata-rata tidak ada aktivitas kampus pada akhir pekan, kampus tetap banyak didatangi mahasiswa ataupun warga sekitar yang ingin rekreasi dan berolahraga atau janjian bertemu untuk berbagai urusan. Biasanya, olahraga atau rekreasi terpusat di kawasan tepian danau. Danau Kenanga yang dibangun tahun 1992 itu termasuk yang ramai didatangi. Apalagi, lokasi danau seluas 2,8 hektar itu berada di antara Gedung Rektorat, Balairung, masjid, dan Perpustakaan Pusat UI yang menjadi pusat berbagai kegiatan penghuni kampus. Tersedia lintasan joging yang dapat dimanfaatkan untuk berlari atau berjalan kaki dan bersepeda. Ada juga orang tua yang mendorong kereta bayi di kawasan itu. Jika ingin sekadar duduk-duduk sambil menikmati pemandangan, di beberapa titik tersedia bangku-bangku, terutama di depan Perpustakaan Pusat. Di titik ini pula tersedia semacam panggung terbuka yang biasa dimanfaatkan mahasiswa untuk berbagai kegiatan, seperti diskusi, membaca, atau bermain musik. ”Saya suka sekali joging di sekitar danau. Setiap Sabtu pagi saya pasti ke danau menikmati jalan-jalan pagi. Kadang sama teman-teman, kadang bersama anjing saya,” ujar Adrienne Wulansari (31), alumnus UI yang tinggal di rumah kontrakan di kawasan Margonda, Depok, Rabu (29/3). Apabila tidak sempat berjalan pada Sabtu pagi, ia selalu mengusahakan jalan sendiri atau joging pada sore hari, bukan hanya di sekitar danau, melainkan hingga berkeliling kompleks kampus. Bagi alumnus Fakultas Ilmu Budaya UI itu, suasana kampus dan danau yang rindang dan hijau mendukung kegiatan joging dan jalan-jalannya. ”Kalau joging biasanya satu jam, dari Stasiun UI, joging di sekeliling danau, lalu kembali lagi ke Stasiun UI. Saya lebih suka keliling danau karena pemandangannya bagus. Namun, kalau bersama teman-teman, suka keliling kampus biar lebih jauh rutenya. Apalagi, sudah ada rute pejalan kaki. Jadi nyaman,” tuturnya. Selain aktivitas sendiri, keliling danau UI ataupun kompleks UI juga bisa dilakukan bersama-sama dengan anggota keluarga. Bagi yang menyukai kegiatan bersepeda, ada trek sepeda yang disiapkan di hutan UI. Adanya di dekat kompleks kampus teknik. Jika sekadar hendak berjalan-jalan, trek jalan kaki di sekitar kampus sangat mendukung kegiatan. Bagi yang menyukai sepeda, jangan lewatkan trek sepeda. Tak hanya saat akhir pekan, pada hari kerja pun ada saja pengunjung yang sekadar datang dan berjalan-jalan di sekitar danau, seperti Kim Gun-sik (24), warga Korea Selatan yang ditemui asyik berfoto-foto di pinggir danau. Ia membuat foto sekeliling danau, membuat video, lalu memotret kawannya yang juga berasal dari Korsel. Gun-sik menuturkan, ia suka berjalan-jalan di sekitar danau UI. Kali itu ia bersama temannya sengaja mencari suasana lain di tengah kepadatan kerja. ”Danau ini bagus, nyaman. Sayang ada fasilitas seperti trek yang belum nyambung. Namun, keseluruhan, suasananya asri, teduh, dan nyaman untuk berjalan-jalan,” ujar Gun-sik.

Pelepas dahaga

Nasi merah bakar pelepas lapar seusai aktivitas fisik

Tepat di pinggir danau itu, jika pengunjung hendak melanjutkan bersantai bersama teman-teman atau keluarga, di dalam perpustakaan ada sejumlah kafe dengan harga terjangkau. Jadi, seusai berjalan-jalan atau berkeliling kampus, mereka bisa mampir ke dalam perpustakaan dan singgah di sejumlah kafe yang menyajikan kopi, teh, cokelat, aneka menu Nusantara, hingga hidangan ala Korea. Salah satunya adalah Waroeng Harsa yang menyediakan kopi ulee kareng, kopi gayo dari Aceh, kopi mandailing, kopi Bali, kopi Amungme dari Timika, Papua, hingga minuman herbal, seperti wedang uwuh dan bajigur. Pendek kata, ada sejumlah pilihan pelepas dahaga atau mengenal keragaman olahan hasil sumber daya alam. Makanan yang paling digemari di kafe ini adalah nasi bakar dengan aneka pilihan, baik nasi putih maupun nasi merah dan berbagai pilihan isi mulai dari oncom, ayam, juga teri dan ikan. Menyenangkan menikmati makanan dan minuman di area perpustakaan sambil menikmati pemandangan danau. Namun, kafe-kafe di sana pada hari Sabtu hanya buka hingga pukul 14.00. Hari Minggu semuanya tutup. Bagi pencinta buku, jangan khawatir. Di gedung perpustakaan tersebut juga tersedia toko buku impor yang dapat disambangi. Selain itu, ada pula pusat kebugaran bagi yang menginginkan olahraga dengan tingkatan lebih berat dan terukur.

Enam danau

Selain Danau Kenanga, ada lima danau lain di kawasan UI yang keenamnya jika disusun membentuk singkatan Kampus, yaitu Danau Agathis, Danau Mahoni, Danau Puspa, Danau Ulin, dan Danau Salam. Danau yang paling luas yaitu Danau Ulin (7,2 hektar). Saat ini tengah dibangun fasilitas integrated faculty club yang akan menjadi pusat olahraga, bagi sivitas akademika UI, pusat kebugaran, latihan memukul bola golf, kolam renang, dan club house di danau yang dibangun tahun 1998 ini. Danau lain yang juga luas yaitu Danau Mahoni (4,5 ha) dan Danau Salam (4,2 ha) yang terdapat restoran di tepiannya. Kepala Bagian Humas UI Riffely Dewi Astuti menyebutkan, danau-danau itu dibangun sebagai daerah resapan air dan dicanangkan sebagai wahana laboratorium alam dan perairan andalan yang sangat berpotensi bagi proses pendidikan dan penelitian ataupun sebagai wahana rekreasi air. Danau di UI juga telah menjadi habitat beberapa biota, seperti udang galah, ikan mujair, dan sepat siam. Fungsi estetika juga dijaga dengan perawatan berkala petugas khusus. ”UI memiliki komitmen untuk memfasilitasi tumbuh kembangnya aktivitas sivitas akademika yang mampu menunjang prestasi akademik ataupun nonakademik. Karena itu, ruang terbuka hijau tersedia, juga fasilitas lain, seperti lintasan joging, trek sepeda, gimnasium, kolam renang, lapangan semi-indoor ataupun lapangan outdoor,” kata Riffely. Selain itu, di UI juga terdapat hutan kota yang luasannya mencapai 100 hektar yang dipenuhi pepohonan dari seluruh Indonesia. Seluruh ekosistem tersebut diharapkan dapat menyuplai 825 juta meter kubik air bersih dan kualitas udara yang baik di Jakarta dan Depok. Sebagai sebuah kesatuan lingkungan, keberadaan ruang terbuka hijau dengan berbagai perannya di UI Depok, maka kawasan itu sangatlah berharga. Kawasan itu juga terlalu penting jika diubah peruntukannya. Hanya dengan menjaga keutuhan kawasan hijau yang tertata itu, pengunjung tetap terjamin memperoleh akses murah dan mudah untuk tetap bugar: fisik, psikis, ataupun sosial. Sungguh keistimewaan di tengah hiruk pikuk dan keangkuhan Ibu Kota, yang bagi banyak orang dirasa mahal.[*/hilariusjourney.wordpress.com|Sumber: Harian Kompas, Sabtu, 1 April 2017 halaman 28 |Oleh:OLEH AMANDA PUTRI DAN HELENA F NABABAN]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s