DETAK KEHIDUPAN ATAP JAKARTA

Menikmati matahari terbit tak harus berlari ke luar Jakarta. Hanya naik dengan lift ke atap gedung pencakar langit, keindahan tersembunyi dari Ibu Kota bisa direguk. Jika tak beruntung berjumpa dengan merah keemasan mentari pagi, memandang kemunculan gedung-gedung pencakar langit yang seolah tersibak perlahan di balik kabut tak kalah mengasyikkan.

#Pelatihan pemanjatan menara yang dilakukan peserta pelatihan didampingin instruktur PT Waterland Nusantara di Bogor, jawa barat, Senin (13/3).

HilariusJourney.WordPress.comKEINDAHAN pagi dari atap gedung itu pula yang menarik sebagian orang untuk berolahraga di atap jantung Ibu Kota, tepatnya di Restoran Skye Jakarta yang berlokasi di pucuk Menara BCA, tak jauh dari Bundaran Hotel Indonesia, Sabtu (25/3). Begitu tiba di Lounge Skye, udara pagi yang bersih dan segar bisa dihirup dalam-dalam. Dari samping kolam renang, tampak atap-atap gedung-gedung pencakar langit di Jakarta. Skye yang berada di lantai 56 memungkinkan mata memandang ke arah gedung tinggi yang jadi terlihat beberapa level lebih rendah. Keindahan pandangan ala mata burung pun tersaji. Peserta olahraga pagi itu, Jesslyn, sudah siap sedia menjajal pound fit di ketinggian Jakarta. Ditemani ibunya, Jesslyn meminum segelas air putih sembari menunggu kedatangan peserta lain. ”Sepertinya asyik dan penasaran. Berolahraga sambil menikmati pemandangan Jakarta dari atas,” ujar Jesslyn yang baru pertama kali ikut olahraga di Skye. Peserta seperti Jesslyn cukup membayar Rp 375.000 untuk berolahraga di Skye. Tak hanya pound fit, Skye menghadirkan beragam jenis olahraga lain, seperti yoga dan pilates. Biaya tersebut sudah termasuk sarapan sehat dengan camilan dan jus. Instruktur Imel Wiseso memulai latihan dengan pengenalan tentang pound fit yang memadukan olahraga serupa aerobik dengan pemakaian stik drum serupa gaya musisi menabuh drum. ”Cara pegang stiknya kayak pegang remote televisi ya. Jempol di atas. Pound fit memiliki empat posisi latihan. Satu lagu untuk 1-2 posisi,” ujar Imel. Diiringi entakan musik yang diputar dari pengeras suara, setiap peserta bergerak mengikuti panduan Imel selama 45 menit. Tubuh semakin bergerak energik diiringi musik rancak, seperti lagu powerful yang dinyanyikan Major Lazer. ”There’s an energy when you hold me, when you touch me. It’s so powerful. I can feel it …. ”

Jatuh hati

#Suasana bazaar di lantai atas sebuah bgedung di kawasan Kemang, Jakarta, Jumat (31/3)

Berolahraga di ketinggian ternyata tak hanya berbuah pada tubuh sehat. Imel mengaku selalu takjub dan kembali jatuh cinta kepada Jakarta tiap kali menghirup pagi di Skye. ”Ini priceless. Kapan lagi bisa melihat Jakarta dengan udara segar, berkabut. Rasanya tidak sulit jatuh cinta lagi dengan Jakarta,” kata Imel. Brand Manager Skye Monica Cindy sadar bahwa keindahan di ketinggian menjadi nilai lebih yang harus ”diramu” untuk memikat lebih banyak orang. Selain menikmati keindahan mentari pagi, momentum matahari terbenam pun juga dikreasikan menjadi paket olahraga di Skye sejak dua tahun terakhir. Selain menawarkan olahraga dengan pemandangan keindahan ketinggian Jakarta, Skye menjadi buruan warga Jakarta untuk mebelanja nikmati malam pergantian tahun baru atau sekadar bersantap malam hingga menikmati musik dari para DJ. ”Kelebihan kita karena lokasi bagus. Tipenya orang Jakarta lebih ngikuti tren, jadi kita selalu membawa sesuatu yang baru ke lantai 56,” ujar Monica. Resident Manager Grand Sahid Jaya Lily N Arifin juga selalu jatuh hati tiap kali berdiri di landasan helikopter atau helipad yang berada di lantai 22 di atap Hotel Grand Sahid Jaya, Jalan Sudirman, Jakarta Pusat. Karena itu, sejak setahun terakhir, Grand Sahid Jaya juga menggelar yoga di helipad bagi masyarakat Jakarta dengan biaya Rp 150.000, termasuk sarapan sehat. Demi keamanan peserta yoga yang biasanya digelar sebulan sekali ini, pengelola hotel menyediakan empat petugas keamanan di empat sudut helipad. Lahan helipad seluas 3.000 meter persegi tersebut memang masih disewakan untuk pendaratan helikopter sehingga tidak dilengkapi pagar pengaman. Karena itu, peserta yoga dibatasi hanya boleh berada di helipad hingga pukul 09.00.

Kebun sayur

#Kaum urban ibu kota menikmati pagi di Skye, atap menara bca Jakarta, sabtu (25/3).

Selain untuk olahraga, atap Hotel Grand Sahid Jaya yang sudah berdiri sejak tahun 1974 ini juga dimanfaatkan sebagai kebun sayur dan buah. Lily lantas menunjukkan kebun dengan sayur dan buah yang sudah sering dipetik untuk kemudian digunakan sebagai bahan baku memasak di dapur hotel. ”Semua bagian atap dimanfaatkan. Dulu, masih punya lahan terbuka hijau, sekarang sudah jadi gedung semua,” kata Lily. Demi menarik masyarakat urban pula, Kemang Rooftop Market digelar di Gedung Wimo di Kawasan Kemang pada Jumat (31/3)-Minggu (2/4). Kemang Rooftop Market adalah bazar berbagai produk yang menyediakan mulai makanan, minuman, hingga kain tradisional. Bedanya dengan bazar lain, selain produknya dikurasi dengan ketat, sesuai namanya, Kemang Rooftop Market digelar di ketinggian Gedung Wimo, meski yang digunakan hanya dua lantai, yaitu lantai 2 dan 3. Di dua lantai tersebut, tenant atau vendor menata produknya di sepanjang koridor, termasuk ruangan di bagian tengah yang juga digunakan sebagai lokasi Kemang Rooftop Market. Apabila pengunjung mampir ke tenant yang berada di koridor sisi luar, mereka dapat menikmati sensasi produk terpilih dengan suasana ketinggian.

Pekerja dengan menggunakan akses tali membersihkan bangunan Gedung Art.1 Gallery di Jakarta, Kamis (23/3).

Apalagi seluruh dinding luar Gedung Wimo adalah kaca bening. Salah seorang pengunjung, Marina, menuturkan, Kemang Rooftop Market menarik karena selain menyediakan produk-produk berkualitas yang dikurasi dengan baik, lokasinya di ketinggian juga cukup unik. Collaboration Fasilitator untuk Coworkinc, Danti, menuturkan, sebenarnya, Kemang Rooftop Market yang merupakan kerja sama antara Coworkinc dan Paisley Things Jakarta lebih fokus menyediakan produk yang dikurasi baik agar berbeda dengan bazar lain. Soal pilihan lokasi lebih karena menyesuaikan dengan kondisi gedung yang digunakan. Pengamat mode dan gaya hidup, Sonny Muchlison, mengungkapkan, gaya hidup di ketinggian merupakan wujud keinginan manusia yang ingin mencari sesuatu yang berbeda dan menantang. Manusia cenderung punya keinginan menantang dirinya melakukan sesuatu yang di luar jangkauan. Sensasi pemandangan dari ketinggian yang tidak biasa itu bisa menjadi pilihan bagi orang-orang yang merasa bosan dengan gaya hidup yang itu-itu saja. Fenomena gaya hidup di ketinggian pada awalnya terlihat di Paris, Perancis, yakni restoran yang menawarkan sensasi makan di atas Menara Eiffel. Pengunjung bisa makan sambil menikmati pemandangan Kota Paris dari atas menara yang paling terkenal sedunia itu. Kemudian muncul restoran-restoran serupa yang menantang adrenalin, seperti di Cape Town, Afrika Selatan, yang bahkan mengangkat meja dan orang-orang yang berada di sekelilingnya ke atas. Dari situ, muncul restoranrestoran serupa di Asia yang mengeksplorasi ketinggian, termasuk di Jakarta. ”Jangan asal ada. Tetapi, harus bisa bikin orang yang mengalami benar-benar merasa ’Oh my God, aku sudah bisa mengalahkan ketakutanku’. Masalah keamanan juga harus diperhatikan, tidak boleh sembarangan,” kata Sonny yang juga dosen mode, film, dan seni pertunjukan di Institut Kesenian Jakarta. Di atap gedung-gedung tinggi itu, keindahan selalu menjadi daya tarik yang menyihir manusia urban Jakarta.[*/hilariusjourney.wordpress.com |Sumber : Kompas, Minggu, 2 April 2017, halaman 25 | Oleh : EKI DOE/WKM]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s