PELESIR | IRAMA Kehidupan Sungai Gangga di Varanasi

HilariusJourney.WordPress.comMENYUSURI Sungai Gangga di Varanasi, India, ibarat memasuki mesin waktu, dengan tradisi yang telah berlangsung sejak beribu tahun lalu masih berjalan hingga saat ini. Irama kehidupan dan kematian juga seakan berdampingan secara unik dan serasi di kota ini.

SELAIN menjadi pusat kebudayaan di India bagian uatara selama ribuan tahun, Varanasi atau dikenal juga dnenga nama Benares merupakan kota suci bagi umat Hindu dan terkati secara spiritual dengna kegiatan di Sungai Gangga. Masyarakat Hindu memiliki kepercayaan bahwa apabila meninggal di kota ini, meraka akan membawa keselamatan di kehidupan berikutnya. Tidak heran bila Varinasi menjadi salah satu pusat ziarah bagi pemeluk Hindu dari seluruh penjuru India, bahkan dunia.

DI sepanjang Sungai Gangga di Varanasi, banyak terdapat gerbang atau disebut dengan ghat, dhihasi serangkaian anak tangga berwarna-warni cerah emnuju permukaan sungai. Beberapa ghat nyaris tidak pernah sepi dikunjungi para peziarah yang biasanya datang berkelompok bersama kerabat dan keluarga mereka.

KEUNIKAN Varanasi juga dapat dijumpai pada sisi tembok ghats. Jika diperhatikan, banyak tulisan, graffiti, dan coretan berwarna-warni yang memiliki nilai tersendiri, tersbar di sepanjang tembok yang membentengi kota. Sayangnya, beberapa waktu yang lalu, air dari Sungai Gangga semapt meluap sehingga banyak coretan graffiti tersebut puda terkena lumpur.

IRAMA kehidupan di Varanasi berdetak sejak pagi buata. Para peziarah biasanya melakukan ritual sembahyang pagi dan mandi di Sungai Gangga yang dianggap keramat dan suci. Mereka dengan sukacita menyambut matahari terbit sekaligus membersihkan jiwa raga kepada Sang Dewa Syiwa.

SHADU , kata lain dari the holy man atau pendeta, banyak dijumpai di pesisir Sungai Gangga. Secara umum, shadu adalah seoerang Hindu yang sudah melepaskan kehidupan duniawinya untuk focus bermeditasi dan menjalani kehidupan spiritual. Mereka sering berbusana degan bahan warna-warni dari bahan saffron.

PESISIR Sungai Gangga juga sering digunakan penduduk setempat untuk mencuci pakaian. Berbagai jenis dan warna pakaian dicuci lalu dijemur oleh ratusan pekerja dan elah menjadi semacam bisnis binatu yang menajdi mata pencaharian penduduk.

SESAAT setelah matahari terbenam di sekita Dashashwamedh Gat, diadakan acara Gangga Aarti, ritual penghormatan kepada Dewas Syiwa. Atraksi wajib saat berada di Varanasi ini dilakukan oleh beberapa imam pria yang mengenakan busana seragam, melakukan serangkaian upacara diiringi irama khas lokal yang memukau. Gangga Aarti ditonton oleh ratus nbahkan riuban orang yang rela menunggu dari sore. Mereka menikmati setiap sudut anak tangga ghats. Tidak sedikit yang menonton dari atas perahu-perahu, yang banyak disewa oleh para turis. Acara berlansung selama 45 menit dan setelah selesai, biasanya para peziarah berebut mendekat ke imam untuk mendapatkan berkat.

BEBERAPA hewan di Varanasi bebas berkeliaran di sekitar sungai, sepeti burung camar, sapi, anjing, kambing dank era. Mereka jgua turut memberi warna keunikan bagi pengunjung yang ingin menikmati suasana. Jarang terlihat hewan-hewan tersebut berselisih. Seolah-olah ingin memberikan pesan, biarpun berbeda jenis, mereka dapat hidup rukun berdampingan satu sama lain.

MENYUSURI lorong-lorong sempit di Varanasi juga dapat menajdi pengalaman yang tak telupakan. Bisa saja secara tiba-tiba, seseorang berbenturan dengan seekor sapi yang dengan santainya berjalan di lorogn gang sempit, bersamaan dengan rombongan pengantar jenazah yang berjalan cepat menuju ke gerbang kremasi. Selalu ada hal-hal yang mengejutkan di setiap sudut Varanasi.

[*/hilariusjourney.wordpress.com | Sumber : Kompas, Rabu 5 April 2017, halaman 11 | Oleh : RIDWAN PRASETYO | TravelerAfficonado| Instagram: @ridwan_photography]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s