LANGGAM WISATA | Rona Toska dan Jingga di Pulau Dewata

Matahari belumlah tinggi. Suasana hening menghiggapi saat kaki menyusuri tangga batu berselimut pasir putih. Ombak yang pecah di pantai seakan memberikan sambutan selamat datang, menciptakan rasa damai. Inilah Pantai Balangan, Bali. Jika masih asing di telinga, dengarkan tuturan kisahnya.

tukang-jalan.com® –   DENGAN waktu tempuh sekitar setengah jam dai Bandara Ngurah Rai, Pantai Balangan kondang dengan pemandangan menawan, pasir putih dan laut biru toska, serta gulungan ombak yang jadi favorit para peselancar.

Salah satu sisinya memang penuh bebatuan karang tajam dengan air tergenang bagian cekungan.d I sisi lain, Anda akan menemukan tebing tinggi berumput hijau, dan di bagian lain ada hamparan pasir putih terbentang hingga beberapa ratus meter.

Di bagian pantai dengan laut berombak, sejumlah turis asing berenang ke tengah dan berbaring di atas papan selancar. Menunggu. Begitu angin mengempas, dengan sigap mereka berdiri. Ombak menggulung, mereka menekuk punggung. Ombak meredam, mereka meluncur tenang.

“Pantai Balangan memang terkenal jadi tempat peselancara. Banyak bule di sini. Biasanya bukan peselancar professional, tetapi kebanyakan peselancar yang baru belajar. Ombaknya pas karena tidak terlalu besar,” jelas Bagas, seorang warga Banyuwangi yang menajdi pemandu wisata di Bali.

Di Pantai Balangan terdapat tempat khusus berselancar. Meskipun ada peselancar lokal, mayoritas yang belajar selancar di Patai Balangan adalah turis asing yagn sebagian besar berasal dari Australia.

Akses “terselip”

Salah satu keseruan di Bali adalah berburu destinasi baru atau tempat wisata yang belum banyak terekspos. Selain Pantai Balangan, ada Pantai Tegalwangi. Masih berada dalam kawasan jimbaran, Pantai Tegalwangi Selama ini dikenal sebagai lokasi foto pranikah (prewedding).

Karena kondang sebagai lokasi foto pranikah, jangan heran jika Anda menemukan pasangan turis lokal atau mancanegara dengan fotografer di sekitar area pantai tersebut.

Di atas ketinggian tebing, hamparan air laut hijau toska terpampang di depan mata. Anda memang bisa meliaht pantai ini dari salah satu sisi jalan utama. Namun, untuk tiba di area pantai, Anda perlu melintasi jalan setapak yang penuh semak belukar di kiri-kanannya.

Jika ingin merasakan air laut jernih yang mencumbu jemari kaki, Anda perlu menuruni bagian tebing. Setelah melintasi jalan setapak, akan ada turunan dari bebatuan terjal. Anda perlu berhati-hati jika kondisinya basah karena akan lebih licin.

Begitu sampai, bebatuan karang berukuran besar mewarnai Pantai Tegalwangi. Pasir putih terasa lembut membelai kaki. Saat siang hari, sinar matahari yagn emnimpa laut menampilkan kilau memesona. Ketika senja tiba, bebatuan karang berpadu dengan jingganya langit  dan laut biru tosak membuat setiap mata terpikat melihatnya. Pantaslah bila para calon pengantin memburu pemandangan ini dan menjadikannya lanskap foto pranikah.

Senja dan bandara

Ada satu pantai lagi yang tak kalah memesona. Bagas menuturkan, tidak ada nama khusus untuk pantai ini. Namun, karena berlokasi di dekat resor Patra Jasa, banyak orang menyebutnya Pantai Patra. Loksi dan cara mengaksesnya memang tersembunyi. Anda perlu menyusuri jalan di dekat resor Patra Jasa untuk mencapainya.

Lokasi pantai ini sangat dekat dengan Bandara Ngurah Rai, bahkan bisa dikatakan bersebelahan. Banyak wisatawan lokal yang mengajak keluarganya mencari pemandangan unik ini: proses lepas landas dan pendaratan pesawat terbang.

Bagi anak-anak, ini tentunya pemandangan yang mengasyikan; pesawat akan melaju berjajar utnuk bersiap lepas landas. Sementar itu, di sisi lain, keli lampu pesawat mengerdip di balik awan. Tak berapa lama, sebuah pesawat pun akan mendarat di dekat barisan pesaat yang menunggu antrean lepas landas.

Tidak hanya pemandangan aktivitas bandara. Pantai ini juga menjadi lokasi favorit untuk memburu senja. Bebatuan putih berukuran besar ditata ke tengah laut. Bukan utnuk dermga dan bukan untuk jembatan.

Bebatuan ini sengaja disusun agar wisatawan bisa melangka hleibh ke tengah laut dan menikmati bulatan jingga matahari yang perlahan menyusup  di ufuk barat, menyisakan langit violet. Anda pun bisa menikmati pemandangan matahari terbenam dengan kelip lampu pesawat terbang yang bersiap mendarata dari kejauhan. [*/tukang-jalan.com® dari Kompas,Kamis 8 Desember 2016|Oleh : MIL ]

Baca juga : Hightech travel companion

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s