AVONTUR 24 JAM | AMMAN

Jordania berbatasan dengan Suriah di utara, Irak di timur, Israel dan Palestina di barat, dan Arab Saudi di timur dan selatannya. Kaya akan sejarah yang panjang lantaran banyak besentuhan degan beragam

kebudayaan-termasuk kebudayaan kuno dari dunia timur, seperti kebudayaan Sumeria, Akkadia, Babilonia, Assyria, Mesopotamia, dan Persia.

HilariusJourney.WordPress.comTERIK matahari menyambut kedatangan kami di Bandara Queen Alia, 32 km selatan Amman, ibu kota Jordania, 1 April lalu. Meski terik matahari menyengat, suhu pada siang hari hanay mencapai 14°C. Jordania yang nama resminya Kerajaan Jordania Hasyimiah merupakan Negara Arab di Asia Barat, dengan luas 89,342 km².

#Suvenir khas, teko Aladdin.

Tempat wisata andalannya adalah situs kuno Warisan Dunia UNESCO, yakni situs arkeologi Petra atau Al Batra dan padang pasir Wadi Rum. Namun, kali ini kami akan mencoba ke tempat lain, dan kota Amman sebagai pangkalannya. Kota Amman sendiri sudah ada sejak zaman Neolitik sekitar 6.500 sebelum Masehi. Kota tua yang modern ini kini dihuni 4 juta dari 9,5 juta penduduk Jordania.

Sabtu (1/4) Pukul 13.00-14.00 Situs Pembaptisan Yesus

Menempuh satu jam perjalanan darat dari kota Amman, sampailah di situs yang dipercaya sebagai tempat Pembaptisan Yesus, yakni Sungai Jordan. Mobil Keduataan Besar RI yang kami tumpangi tidak bisa masuk hingga dalam. Setelah membeli tiket masuk, Emed, pemandu resmi, mempersilakan kam ipinadh minibus khusus untuk peziarah. Menempuh 10 menit perjalanan, melewati pos jaga tentara, sampailah di pintu masuk tak berpintu. Perjalanan harus dilanjutkan dengna jalan kaki selama 15 menit. Panas matahari begitu menyengat. Untung atap rmiba memayungi sepanjang jalan tanah setapak menuju Sungai Jordan. Sayup-sayup terdengar keriuhan acara pembaptisan saat rombongan mendekati sungai. Acara pembaptisan berlangsung di wilayah Israel. Dua tentara Israel dengan senjata lengkap tampak mengawasi. Sungai yang menjadi perbatasan daua negara ini hanya dibatasi tali di tengahnya. Dua pos tentara jaga saling berhadapan. Paus Yohanes Paulus II pernah mengunjungi situs ini pada Maret 2000. Sungai kuno sepanjang 251 km ini berhulu di Danau Hula di utara Israel, airnya mengalir melewati Laut Galilea hingga bermuara di Laut Mati (Dead Sea).

Pukul 15.00-16.00 Laut Mati

#Naik unta di Laut Mati.

Unta menyambut kami. Sejumlah remaja menawarkan kam inaik unta keliling dengan bayaran 5 dinar Jordania. Satu keluarga santai duduk bersandar di atas kursi plastic, menyeruputu kopi dan mengisap shisha sembari menunggu anak-anaknya yang bermain. Sementara wisatawan lainnya merendam kaki dan sebagian mengapung di pinggiran danau asin. Kadar garam yang mencapai 31,5%, berarti 9 kali lipat kadar garam normal yang sekitar 3,5% membuat badan manusia bisa mengapung. Laut mati berlokasi di tiga negara, yakni Israel, Jordania, dan Palestina. Laut mati yagn sebenarnya danau, pasokan airnya dari Sungai Jordan. Latu Mati berada pada 420 mdpal. Danau ini dinamakan laut mati karena tidak ada bentuk kehidupan yang dapat bertahan dalam air garam tersebut.

Minggu (2/4) Pukul 13.00-14.00 (Roman Teater)

#Panorama dari atas Roman Teater

Berjalan kaki adalah cara ternyaman menyelamai kota Amman. Kota yang menakjubkan, perpaduan yang kontras dari kota lama dan baru. Jalan al Hashemi bisa menjadi titik awal perjalanna, sembari menikmati aristektur bangunan tua dan toko di sepanjang jalan. Setelah memasuki alun-alun Hashemite, sampailah di pintu masuk. Untuk masuk roman Teater, dikenai bayaran 2 dinarma nTeatr dulunya alah seubah gelanggang terbuka yang digunakan utnuk pertunjukan hiburan dan pertunjukan seni. Sebagian pengunjung yang penasaran hanya berkata cukup keras, tetapi suaranya menjadi sangat keras di tengah situs yang berbentuk setengah lingkaran ini. Teater berukuran besar yagn curam ini mampu memuat 6.000 kursi. Roman Teater dibnagun di sebuah cekungan bukit pada masa pemerintahan Antonius Pius (138-161 M). berjalan menapaki tangga berundak dari sisi tengah menuju kursi yang tertinggi yang disebut “The God” adalah target para pengunjung teater ini. Puas dengan pemandangan dari atas, saatnya turun, pilihlah tangga yang berbeda di sebelah kanan untuk megnurangi kecuraman dan risiko terjatuh.

Pukul 16.00-18.00 Amman Citadel

Amman Citadel

Ada puluhan sisa reruntuhan kota yang ada di Jordania, salah satunya adalah situs berserarah yagn berada di tengah-tengah kota Amman, yaitu Amman Citadel, atau Jabal al-Qal’a. Sore hari adalah waktu terbaik untuk mengunjungi Amman Citadel, Jabal al-Qal’a. Selain foto siluet, tempat terubka di ketingian ini juga sudah tidak sepanas seperti pada sianga hari. Pengunjung membayar 3 dinar Jorania untuk bisa masuk. Situs reruntuhan yang merupakan bagian dari kota peninggalan Romawi, Byzantine, dan kerajaan Islam ini, terletak di atas salah satu bukit di kota Amman. Saksi serajah itu hancur akibat gempa besar yang melanda kawasan tersebut pada tahun 749 Masehi. Pemandangan dari atas terhampar panorama kota Amman dengan arsitektur khas timur tengah, yakn ideretan banguna ndengna bentuk atap kotak-kotak. Wilayah Amman terbentang sepanjagn 1.680 km² yang terdiri dari 19 bukit. Belum puas keliling situs, seorang petugas keamanan dengan sopan mempersilakan kami untuk keluar. Ternyata jam sudah menunjukkan hampir pukul 18.00. Seperti tak rela, kami terpaksa menuju pintu keluar, sengaja berjalan perlahan dan tentu dengan jeprat-jepret sana-sini.

Pukul 19.00–20.00 Al-Balad

#Mural di pertokoan pusat kota tua di kawasan Al-Balad, Amman.

Kawasan Al-Balad atau pusat kota lama ini semakin ramai oleh pengunjung saat menginjak malam hari. Meski padat, kendaraan merambat pelan tanpa suara klakson. Lampion kaca warna-warni mulai menyala dari dalam toko. Toko-toko menjual suvenir khas Timur Tengah. Penjual menawarkan suvenir khas tokonya, yakni teko Aladdin yang berbahan kuningan dan dicat warna-warni. Gantungan kunci, muk, perhiasan, hingga pisau zambia atau persia dijajakan. Jangan lupa, kalau mau oleh-oleh khas lainnya kita bisa pesan lukisan dan nama kita di dalam botol dengan pasir warna-warni di dalamnya. Satu botol dihargai 6 dinar Jordania. Wisatawan yang berlama-lama belanja akan disajikan teh tawar yang diberi daun mint. Rasanya cukup segar di mulut dan cukup menghangatkan badan. Angin sepoi dari bukit semakin dingin, suhu mencapai 7 derajat celsius. Mencoba masakan Timur Tengah tentu menjadi pilihan sebelum pulang ke penginapan. Cobalah shawarma atau shawurma, roti pipih berbentuk bundar dengan bagian tengah diisi irisan daging sapi, kambing, atau ayam dan nasi biryani dengan daging domba yang empuk dan lezat. [*/hilariusjourney.wordpress.com|Sumber: KOMPAS, RABU, 29 MARET 2017|Oleh:ADITYA PUTRA PERDANA H]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s