AVONTUR 24 JAM |GANGWON

Pyeongchang

HilariusJourney.wordpress.com – DAERAH Pyeongchang dan Gangneung di Provinsi Gangwon, Korea Selatan, mungkin tidak sepopuler Pulau Jeju sebagai destians iwisata. Meskipun demikian, daerah itu bsia menjadi alternative saat berlibur di “Negeri Ginseng”. Apalagi, wilayah itu akan menjadi tuan rumah Olimpiade Musim Dingin 2018. Wilayah perbukitan itu cocok bagi pencinta olahraga musim dingin. Pada musim semi, bisa menyaksikan festival bunga “cherry blossom”. Situs bagnunan bersejarah di dara hitu juga eksotik.

KAMIS, (6/4) Pukul 08.30 Jeongganwon

Bersama rombongan “The Pyeongchang 2018 Winter Olympics Farmtrip”, sejumlah wartawan berangkat dari Seoul, menuju Pyeongchang menggunakan bus. Kota ini berjarak sekitar 100 km dari Seoul atau memakan waktu perjalanan darat sekita 2 jam. Sepanjang perjalanan menuju Pyeongchang terpapar pemandangan alamperbukitan yagn eksotik. Setelah memasuki wilayah Pyeongchang, kami mengujungi Jeonggangwon (Korea Tradisiotila Food Cultrue Experience Center). Jeonggangwon terkenal denga tempat mengawetkan makanan yang disebut jangdodae berupa bejana atau tempayan. Makanan yang diawetkan di dalamnya biasanya jenis sayur-sayuran. Di situ terdapat ratusan jangdodae yang disimpan di …selesai dipotong. Lalu dimasak menggunakan minyak makan. Kami dibantu petugas di tempat itu. Suasanan terasa meriah saat memasak. Setelah selesai memasak, kami makan bibim bab, yaitu nasi yang dicampur dengan berbagai jenis sayuran dan sambal cabai merah. Hidangan tteok bokki yang telah kami masak pun turut disuguhkan.

Pukul 16.30 Olympic Stadium Venue

phoenix park ski resort

Kami beranjak dari Jeongganwon dan menuju Olympic Stadium Venue (Phoenix Pyeongchang). Di sana terdapat salah satu areana yang akang digperugnakan untuk cabang olahraga outdoor pada perhelatan Olimpiade musim dingin 2018, salah satunya arena untuk bermain ski. Sisa-sisa salju di perbukitan itu masih terlihat sejak dari kejauhan, terutama di lokasi arena bermain ski. Meskipun demikian, sudah tidak ada lagi pengunjung yang beramin ski karena pada bulan April sudah memasuki musim semi. Namun, di beberapa titik perbuktian, sisa-sisa alju masih terlihat bagus, tetapi hanya bisa dimanfaatkan peserta Famtrip untuk mengambil foto.

Pukul 17.30 Ski Museum

LETAK museum ski ini masih di Pyeongchang dan satu lokasi dengan arena ski jumping yang juga akan menjadi arena pertandingan pada Olimpiade Musim dingin 2018. Museum itu didirikan pada 2009. Lokasi itus ekitar 40 menit dari Phoenix Park. Di museum itu, terdpata berbagai koleksi ski, mulai dair ski zaman kuno hingga modern. Pada salah atu dinding museum terdapat penjelasan mengenai sejarah ski di Korea Selatan. Pada zaman kuno, ski di daerah

Pukul 08.30 Kuil Wolijeongsa

Wolijeongsa Temple

KUIL  Wolijeongsa terletak di daerah pegunungan Odaesan di Gangneung. Kuil itu didirikan oleh biksu Ja Jang (590-658). Di sektiarnya dikelilingi pohon cemara. Di kuil itu, epngunjung bisa mencoba merasakan kehidupan sehari-hari para biksu, mislnya, bermeditasi utnuk merasakan ketenangan. Biasanya, pengunjung bisa sampai tiga hari bera di kuil untuk merasakan suasana hidup di kuil itu. Namun rombongan kam ihanay bebefrapa jam karena waktu yang terbatas. Sebab, harus berpindah ke destinasi wisata lainnya. Saat tiba di sana, kami masuk ke ruangan khuus. Kami diberi kesempatan mencoba salah satu ritual, yakni memasang kalung berjumlah 108 butir. Kalung itu disebut back pal yeom ju. Sebetulnya, saat memaang satu buti kalung kami harus menunduk dan berlutut  satu kali. Demikian, terus-menerus sampai 108 kali. Itu yang dilakukan para bisku dalam keseharain mereka. Namun, banyak di antara kami tidak bisam mengikuti sampai 108 kali karena sulit dilakukan oleh orang awam. Kami hanya memasukan biji kalung itu pada tali, tanpa melaksanakan ritual secara rutin.

Pukul 15.00 Gyeongpo Lake

Geyongpo Lake

Kali ini kami mengunjungi Danau Gyongpo di GAngneung. Memasuki kompleks DAnau Gyongpor serasa masuk dalam suasan drama Korea. Bugna sakur (cherry blossom) tumbuh berjejer di sudut-sudut danau dan menyemarakkan jalan –jalan di sektiar danau. Banayk pasangna kekasih bergandengan tangan sembari berjalan mengelilingi danau melintas di bawah cherry blossom tersebut menikmati suasana romantic. Di sudut lainnya, ada yang merayakan Festival Cherry Blossom dengan memutar music. Namun, banyak pengunjung memilih menikmati loksi danau itu dnegna mengelilingi setiap sudut dengan berjalan kaki. Ada pula yang menikmati suasana danau dnegna bersepeda di tepi danau atau menggunakan perahu berbentuk bebek jika ingin ke tengah danau.

SABTU (8/4) Pukul 09.00 Haslla Art Wordl Museum

Haslla Art Wordl Museum

LOKASI  Haslla Art World Museum ini ada yang terdapagt di dalam ruangan, ada pula di alam terbuka. Kebetula nlokasinya terintegrasi dengan lingkungan hotel tempat kami menginap. Wisatawan banyak yang tertarik beraa di ruang terbuka. Utnuk menyusuri museum di ruangan terbuka yang cukup terjal. Di setiap sudut terdapat berbagai jenis patung baik itu patung manusia maupun binatang. Ada jgua karya seni menggunakan sepeda yagn dipasang pada tiang menjulang tinggi di bukit. Saat merasa lelah menyusuri museum, ada kursi untuk tempat beristirahat sejenak. Untuk mencapai puncak museum, terdapat jembatan besi. Saat beraa di puncak ketinggian, pengunjung bisa melihat laut dan penggunaan yang mengeliling kawsan museum itu.

Pukul 14.00 Ojukheon Museum

Ojukheon Museum

OJUKHEON MUSEUM merupakan rumah Shin Saimdang (1504-1551) yang dibangun di awal dinasti joseon. Shin saimdang adalah seorang perempuan pelukis, penyair, dan penulis. Ia jugasimbol perempuan Korea yang bijaksana. Bangunan Ojukheon msih tampak keasliannya dari sejak awal dibangun. Ojukheon menjadi salah satu bangunan tempat tinggal dari kayu tertua di Korea. Pilar-pilanya masih kokoh berwarna merah dan dindingnya berwarna hijau.

Pukul 14.00 Seongyojang

Seongyojang

SEONGYOJANG merupakan rumah kelas bawah dari Dinasti Joseon yang terakhir. Seongyojang dibangun pada 1703 ole hYi Naebeon, generasi kesebelas dari Pangeran Hyoryongdaegun. Rumah ini terdiri dari beberapa bagian, antara lain anchae (seperempat untuk perempuan), yeolhwadang (seperempat khusus laki-laki), dan perpustakaan. Seongyojang telah bediri selama 300 tahun (10 generasi). Seongyojang didesain sebagai kekayaan nasional dan sebagai rumah tradisional terbaik di abad ke-20.[*/hilariusjournye.wordpress.com – Sumber : kompas, Minggu, 30 April 2017 | oleh : EMANUEL EDI SAPUTRA]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s