“Kill or to be Killed”, Liarnya Alam Maasai Mara

HilariusJourney.WordPress.comTERLETAK di bagian barat Kenya, Maasai Mara adalah rumah bagi jutaan satwa liar, termasuk binatang predator. Fenomena “The Great Migration” di Sungai Mara termasuk salah satu peristiwa alam paling spektakuler di dunia. Kunjungan ke desa Suku Maasai yang sederhana memperlihatkan betapa kayanya budaya suku asli tersebut. Sementera itu, bermalam di tempat-tempat penginapan eksotis menciptakan kekedatan untuk semakin menghargai alam. Semua ini berhasil menempatakan Cagar Alam Maasai Mara di urutan teratas dalam daftar destinasi wisata di Kenya.


SUKU Maasai adalah suku terbesar di Kenya. Menjadi seorang Maasai berarti terlahir sebagai bagian dari salah satu budaya pendekar hebat. Orang Maasai biasanya berperawakan tinggi, menggunakan kain merah (shuka), kalung manic warna-warni, dan memegang batang besi. Sebagai pendekar suku, pemuda Maasai harus mampu meloncat tinggi (jumping dance) untuk unjuk kekuatan dan stamina. Suku ini hidup berpindah-pindah sambil menggembala ternak. Menurut suatu penelitina, pria Maasai terbukti memilki kebugaran luar biasa berkat pola makan yang terbilang unik (makan daging mentah serta minum susu mentah dan darah ternak). Hebatnya lagi, mereka juga tidak memiliki gigi berlubang, potensi sakit jantung, ataupun malnutrisi.

WILDEBEST merupakan spesies asli benua Afrika, termasuk mamalia herbivora, anggota keluarga hewan berkuku belah dan pemamah biak (bovidae). Peristiwa wildebeest migration menajdi daya traik Maasai Sara. Setiap tahunnya, sekitar bulan Juli hingga Agustus, jutaan wildebeest melakukan perjalanan migrasi melintasi sabana Serengeti yang kering (perbatasan Tanzania dan Kenya) menuju dataran Mara yang hijau. Menyeberangi sungai penuh buaya kelaparan yang kadang menerkam tanpa diduga. Menyaksikan detik-detik momen ini pulalah yang menjadi “menu utama” dalam trip safari Maasai Mara. Momen ini begitu fenomenal hingga membuat wisatawan dari berbagai belahan dunia rela menunggu berjam-jam untuk mengabadikannya dalam foto atau video.

Mara Serena Safari Lodge

NUANSA eksotis dalam kenyaman hotel bintang lima bisa didapatkan kala menginap di Mara Serena Safari Lodge. Akomodasi ini satu-satunya yang memiliki lokasi strategis di tepi sungai Mara, yang dilewati wildebeest saat migrasi, persis di tengah-tengah Cagar Alam Maasai Mara. Terletak melingkar di atas bukit, setiap tamu dapat menikmati pemandangan ekslusif sungai mara dari balkon kamar masing-masing. Akomodasi ini menawarkan paket wisata untuk 2 orang termasuk tiket psawat pergi-pulang dari Nairobi (ibu kota Kenya), akomodasi 3 hari 2 malam full board, dan  trip safari melihat migrasi wildebeest dengan harga sekitar 1.600 dollar AS (di luar tiket masuk cagar alam).

KOTA terdekat untuk melakukan perjalnan safari ke Maasai Mara adalah Nairobi. Selalu menggunakan agen perjalanan berpengalaman adalha kunci kepuasan trip di Maasai Mara. Ada dua alternative mode ke Maasai Mara, yakni menggunakan mobil safari yang berkapasitas 8 orang (sudah termasuk sopir pribadi selama perjalanan) dan menggunakan pesawat udara. Jarak yang ditempuh dengan mobil sekitar 6 jam, sedangkan dengan pesawat udara sekitar 1 jam. Jika memilih pesawat udara, wisatawan akan dijemput di Bandar Udara Mara oleh pihak hotel untuk lanjut dengan mobil safari. Kemudian, fasilitas sopir pribadi akan siap mengantarkan ke mana pun wisatawan mau.

SESI menikmati sarapan di tepi sungai Mara pada waktu bersamaan dengan kuda nil sedang berendam ini sayang untuk dilewatkan. Sesi ini diawali dengan sambutan pendekar Maasai beratribut lengkap setibanya di lokasi, dilanjutkan dengan champagne toast, kemudian menempati meja makan yagn sudah ditata dengan dekorasi cintik sambil menikmati sajian sarapan ala Eropa (roti, soos, telur, ham, lopi, the, dan lainnya) yang dimasak langsung olekh koki hotel. Sesi sarapan kian erasa eksklusif karena setiap meja khusus dilayani oleh seorang pelayan. Sementara itu, di sungai, puluhan kuda nil tampak tidak terganggu dan asyik berkubang. Benar-benar pengalaman yang sangat eksotis, juga romantic!

vultures africa

Maasai Mara terkenal sebagai cagar alam yang paling banyak memiliki berbagai jenis satwa. Selain menyaksikan wildebeest migration, banyak wisatawan yang datang untuk melihat moemn perburuan mangsa yang dilakukan binatang-binatang predator, seperti singa, hyena, macan tutul, dan macang kumbang. Bulu kuduk akan berdiri saat melihat binatang-binatang tersebut sedang menyantap mangsanya. Menghabiskan bagian demi bagian lalu meninggalkannya. Hingga datang giliran burung vultures Afrika, sang pemakan bangkai, yang melanjutkan menghabiskan sisa bangkai. Setiap mata yang menyaksikan momen demi momen ini seolah kembali diingatkan padasebuah pepatah klasik, “The world is a jungle, you either eat or be eaten,”

BELUM Ke Kenya kalau tidak makan ugali. Ini adalah karbohidrat orang Kenya yang kaya energy, terbuat dari tepung jagung dan berstruktur ceprti bubur kental. Cara memaskanya cukup mudah, yaitu dicampur dengan air. Ugali biasa dimakan menggunakan tangan disajikan bersama ikan atau daging dan dilengkapi sukuma wiki (sayuran lokal yang dicincang). Di restoran-restoran lokal, ugali sering disajikan bersama dengan ikan tilapia, ikan air tawar yang hidup di sungai dangkal atau kolam. Bentuknya seprti ikan nila, tetapi sedikit berbeda warnanya. Hidangan ini sangat disukai penduduk lokal sehingga hampir pasti restoran yang menyakikan menu ini selalu dipadati pengunjung.

APABILA dibandingkan dengna taman nasional atau cagar alam lain, Maasai Mara merupakan cagar alam denaga ragam jenis satwa liar terbanyak. Oleh karena itu, sudah menajdi pemandangan yang biasa jika selama di Maasai Mara, akan terlihat puluhan fotografer professional dengan kamera berlensa tele sedang asyik berebut spot demi mendapatkan gambar yang sempurna.

cape buffalo

Maasai Mara adalah salah satu tempat favorit  bagi kerbau Afrika atau cape buffalo. Binatang ini adalah subspecies kerbau berukuran terbesar, dengan ciri khas  tanduknya yang besar berstruktur menyatu kerangka tulang kepala. Kerbau afrika ini menjadi salah satu binatang buruan favorit karena termasuk bagia ndari The Big Five Game Animal di Afrika, bersama dengan singa afrika, gajah afrika, macan tutuk afrika, dan badak afrika. Satwa ini juga sangat berbahaya dan tidak bisa dijinakkan (tidak seperti kerbau di Asia) karena membunuh lebih dari 200 orang setiap tahunnya dengan cara menanduk. Walaupun mampu membela diri, predator dari binatang ini adalah singa dan buaya besar (alligator). [*/hilariusjourney.wordpress.com | Sumber : Kompas, Edisi Rabu, 8 Maret 2017 | oleh : Liana Maruthi | travel enthusiast |twitter: @Liana Maruthi | Instagram: @libong]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s