AVONTUR | KULINER

Ikhtiar Sehat di Orivia

Menu-menu yang diolah dengan sehat tanpa penyedap dan minyak kelapa sawit mampu menghadirkan cita rasa lezat saat dicecap lidah. Keberanian dan kreativitas memadukan cita rasa Nusantara dengan menu Barat pun menambah kekayaan ragam masakan sehat

HilariusJourney.wordpress.com – DI Orivia yang berlokasi di Jalan Raya Kalimalang, Jakarta, menu-menu paduan cita rasa Nusantara dan Barat menjadi andalan utama. Bebagai jenis masakan khas Nusantara seperti nasi goreng, tempe goreng, bubur manado, dan ayam bakar, bisa dinikmati dalam sajian yang kreatif dan bercita rasa tinggi. Menu lainnya merupakan paduan menu Barat dan Nusantara.

Meski dilah tanpa penyedap rasa dan minyak kelapa sawit, nyatanya tidak mengurangi kelezatan menu-menu yang disajikan. Begitu juga dengan penggunaan gula dan garam rafinasi. Kekayaan rempah-rempah asli Nusantara yang diolah menjadi bumbu tetap mampu menghadirkan kelezatan yang selalu dicarai.

Salah satu menu pembuka dari jajaran munch adala htempe bites. Tampilannya yang unik, berbeda dari olahan tempe goreng biasa, amat menggoda untuk dicoba.

Bahan utamanya adalah tempe yang dibumbui dengan rempah-rempah lantas dogreng dengan minyak kelapa. Sebelumnya ,tempe dalam potongan-potongan keicl itu dibalut dnegn atepung roti yang bertekstur kasar.

Hasilnya ,tempe yang kerap ditampikan tradisional itu tampil lebih modern, menyerupai nugget. Begitu pula dengan cita rasanya yang menjadi lebih kaya, justru mendekati cita rasa serupa ayam goreng.

Tidak mengherankan apabial tempeh bites kerap disebut para pelanggan Orvia sebagai new chicken sehingga bisa dinikmati oleh mereka yang vegetarian. Disajikan dengan saus cabai rumahan dan mayonnaise, cita rasa tempeh bites menajdi semakin sensasional.

Di jajaran soup and salad, ada crispy honey mustard salad. Meski salad tidak termasuk dalam jajaran masakan khas Nusantara, menu salad disajikan untuk memenuhi kebutuhan konsumen terhadap sayuran, sepeti selada, timun, dan wortel.

Salad segar ini disajikan dengan potongan ikan renyah yang digoreng dengna minyak kelapa dan saus honey mustard rumahan. Paduan cita ras madu yang manis dengan mustard yang sedikit asam menjadikan salad ini tercecap unik. Terasa segar dengan jejak manis yang lebih mendominasi. Apabila tak menyukai ikan, bisa diganti dengan tempe.

Di jajaran menu utama, ada nasi hitam balacan. Basisnya berupa nasi goreng yang sudah sangat akrab di lidah masyarakat Indonesia dan dikenal hingga mancanegara. Situs berita CNN, misalnya akhir tahun 2014 memasukkan nasi goreng dalam daftar makanan terlezat di Indonesia. Tentu saja ada belacan di situ atau semacam terasi, tetapi dengan proses fermentasi elbih singkat sat pembuatannya.

Di Orvia, nasi goreng disajikan berbeda, yakni berbahan nasi merah dan hitam organic yagn leibh tinggi kandungan sertanya sehingga leibh sehat saat dikonsumsi. Diolah dengna bumbu nasi goreng tanpa penyedap, minyak kelapa sawit, serta garam dan gula rafinasi, nasi hitam balacan sedap disantap dnegna paduan ayam bakar, telur ceplok (telur mata sapi) dan acar rumahan.

Cita rasa balacan yang samar berpadu dengan cita rasa nasi merah dan hitam yang sedikit manis alami, dengan tekstur yagn sedikit lebih ‘terasa’ saat dikunyah. Meski disajikan dalam keemasa yangberbeda dari nasi goreng yagn dikena lselama ini, cita rasa nasi goreng yagn khas tetap terasa dari sajian ini.

Sebagai pembanding, ada aglio olia rica-rica yang menarik untuk dicoba. Menu ala Italia yang kerap disebut sebagai comfort food ini dipadukan dengan cita rasa Nusantara berupa bumbu rica-rica. Menu ini disajikan dengn ikan kakap goreng yang renyah dan tomat ceri utnuk menyeimbangkan ras pedas dari bumbu rica-rica.

Cita rasa yang dihasilkan cukup unik. Agar bumbu rica-rica terasa di lidah, ocbalah utnuk menyendok bumbu rica-ricanya lebih banyak. Namun, apabila tidak terlalu suka pedas, tingkat kepedasannya bisa dikurangi sesuai selera.

Sebagai penutup, ada roti jala merah yang terinspirasi dari jajanan pasar khas Nusantara. Roti jala merah ini menggunaka npewarna alami dari buah bit sehingga aman untuk disantap. Pisang lembut dibalut dengn roti jala kemudiadn disajikan dengan madu.

Cocok untuk menemani acara ngopi atau ngeteh  sore hari. Cocok juga jika dipadukan dengan gelato vegan aneka rasa yang tesediad di Orvia.

Kekuatan Indonesia

Suasana Restoran Orivia di Jalan Kalimalang, Jakarta Timur, Rabu (26/4)

Menurut pemilik Orvia, Avidyarahna, Orvia berangkat dari proyek personal gift utnuk orang-orang terdekat, khususnya di bidang makanan dan minuman serta kreativitas. Belakangan, Orvia berkembang menjadi kafe yang mengusung kekuatan Indonesia melalui kopi, gelato vegan, serta berbagai jenis makanan bercita rasa Nusantara.

Selain menyuguhkan kopi lokal Indonesia dan gelato vegan yang dibuat dari bahan-bahan lokal, makanan dan minuman yang disajikan di Orvia jugalebih mengutamakan cit rasa Nusantara yang akrab di lidah masyarakat Indonesia. Misalnya, pada menu ikan garang asem, sup kentang ayam, nasi goreng jamur, ayam bakar puri gianyar, hingga minuman, seperti jamu beras kencur atau kunyit asam, wedang jahe, dan ice coconut water (es air kelapa).

Meski demikian, makanan-makanan tersebut diolah dengan cara kreativ, memadukan unsur lokal dan sedikit internasioanl, tanpa meninggalkan cara pengolahan makanan yang sehat. Misalnya, pada bebefrapa menu, sepeti nachos dabu-dabu atau baked potato wedges yang disajikan dengan sambal dabu-dabu, atau aglio olio kakap rica-rica.

Makanan-makanan yang disajikan di Orvia tersebut  tidak menggunakan penyedap rasa kimiawi (MSG), minyak kelapa sawit, serta garam dan gula refinasi. Sementara minumannya tidak menggunakan perasa buatan dan gula rafinasi.

Sebagai pengganti, semua maknaan diolah dengna minyak kelapa, dipadu dengna bumbu kaya rempah Indonesia tanpa penyedap. Garam yang mereka gunakan pun berupa garam laut lokal dari Bali.

“Ini lebih kaena kami ingin menyajikan apa yang juga kami konsumsi serta merupakan hasil berbagi dan diskusi beberapa pihak tentang seperti apa makanan yang sebaiknya kita konsumsi,” ujar Avidya.

Pengunaan bahan-bahan lokal, ditambhkan Avidya, sebagai bentuk dukungan mereka terhadap produk-produk lokal. “Kami ingin melakukan passion dan menyalurkan apresiasi terhadap hal yang kami suka sekaligus menyajikan sesuatu yang emmberi manfaat untuk orang lain,” ungkap Avidya.

Makanan sehat memang belum tentu tak lezat. Apalagi jika cerdik dalam memadu-padankan menu dan bumbu. Jalan menuju sehat memang harus kreatif! hilairusjourney.wordpress.com |Sumber : kompas, Minggu, 14 Mei 2017 | Oleh : Dwi As Setia Ningsih & Sri Rejeki]

Advertisements

One Comment Add yours

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s