AVONTUR | KULINER

Berbahagia dengan “Karbo”

Orang Italia itu mirip-mirip dengan orang Indonesia kalau terkait soal makanan, sama-sama pecinta dan penggemar berat karbohidrat. Jika di Indonesia sebagian besar orang makan nasi yang berasal dari berbagai jenis beras, di Italia orang menjadikan pasta makanan sehari-hari sebagai sumber karbohidrat.

espresso creme brulee

HilariusJourney.wordpress.com – PASTA juga tersedia dari beragam jenis, yang berasal dari tanaman gandum semolina. Tak hanya itu, lagi-lagi hampri seurpa dengan cara orang Indonesia memperlakukan nasi, pasta di Italia jgua bisa diolah dan disajikan dengan beragam olahan dan cara.

Lemon meringue cake

Salah satunya, dengan diolah dan diaduk bersama keratin-keratan keju parmesan, yang berbentuk dan berukuran nyaris seperti roda mobil (parmegiano regianno wheel). Keju itu sendiri telah berusia 36 bulan, dengn berat 22 kg dan berdiameter 45 cm. Cara pengolahan sebelum penyanjian sepeti itu menjadi atraksi tersendiri.

kroket ayam jamur

Para pemesan bisa melihat secara langsung prosesnya, seperti yang ditunjukkan Chef Luca Pezzera dari restoran Milano, di Jakarta, Rabu (10/5).

Beberapa menu yang diolah di atas roda keju parmesan ukuran bsar itu antar lain chicken sausage fettuccine dan risotto alfunghi porcini. Kedua menu itu sebetlunya sudah matang dan siap disajikan.  Fettuccine adala hjenis pasta berbentuk pipih lebar mirip mi kwetiaw. Sementar risotto terubat ari beras Italia, Arborio, yang ditanak bersama bumbu-bumbu di dalam air kaldu hingga masak dan lengket.

pizza florentine

Jika normalnya keratin-keratan atau parutan keju parmesan cukup ditaburkan saja di atas makanan, oleh sang chef kedua jenis makanan berat itu jsutru “ditumpuahkan” di atas “roda keju” parmesan lalu diakuk-aduk sambil kejunya dikerat dengna menggunakan sendok. Walhasil, saat dicicipi, kedua menu itu terbilang punya rasa yang cheesy, sangat kaya keju.

Bahkan untuk menu risotto, cita rasa keju berpadu padan dengna lezat bersama krim serta irisan-irisan dua macam jamur, porcini dan kancing, yang juga tuurt menyumbang aroma dan cita rasa smokey, berasap. Jika anda memang orang yang menggemari hidangan-hidangan berbahan keju, pasti menyukai masakan ini. Perlakuan sama juga diterapkan pada hidangan chicken sausage fettuccine.

Pada deretan daftar menu terdapat setidaknya lima jenis hidangna, termasuk chicken sausage fettuccine dan risotto al funghi porcini yang juga diolah di atas roda keju parmesan yang sama, tepat beberapa saat sebelum dihidangkan. Mengenai cara pengolaha nini Chef Pezzera mengatakan tak khawatir rasa antar hidangan akan saling mengontaminasi.

“Jadi semua menu pasta yang kami sajikan dengan cara ini sebetulnya punya bumbu dan saus yang kurang lebih sama, white sauce, dari krim. Dengan begtu, tidak perlu khawatir rasa dari menu yang sebelumnya diolah di atas roda keju parmesan akan bercampur dengna menu selanjutnya,” tutur sang chef.

Kalaupun ada menu pasta tertentu yang punya cita rasa, aroma, bumbu, datau bahan berbeda macam homemade taliatelle, yang berbahan utama udang windu (tiger prawn), agar menu olahan berikut terhidnari dari kontaminasi rasa udang ,sebelumnya lapisan permukaan roda keju dikerat untuk membersihkan sisa-sisa bumbu atau aroma bahan menu sebelumnya yang mungkin masih menempel.

Hidangan laut selingan

Sebelum beranjak ke menu utama lainnya, yang jgua serba karbohidrat, Chef Pezzera mengeluarkan satu menu utama yang tampaknya seolah menjadi semacam “selingan”. Menu itu adal hfirtto misto all’Italiana, alias hidangan laut dan sayuran serba digoreng tepung, yang terdiri dari daging cumi-cumi, udang windu, dan ikan teri (anchovy), ditambah wortel dan timun diiris seukuran kentang goreng (French fries).

Menu satu ini, jika dilihat juga dari besaran porsinya, sebetulnya masuk ke dalam menu hidangan utama. Akan tetapi, biasanya firtto misto all’Italiana disajikan dan dimakan berasma dengana menu hidangan utama lain.sebagai pelengkap, udang dan cumi goreng tepugn itu jgua disajikan dengan saus tomat sehignga rasa gurih  agak sedikit terimbangi dengan rasa asam segar dari tomat.

Sebuah potongan cumi-cumi dan udang tepugn goreng “menghilang” dari atas piring. Chef Pezzera kembli menyajikan kejutan penuh karbo, dengan tiga macam pizza menu andalaan barunya, yakni hawaina, carne, dan floretine, dengan masing-masing karakteristik taburan atau topping menyesuaikan selera para pemesan.

Sesuai dengan namanya, pizza hawaiana mencoba menghadirkan suasana dan nuansa negeri beriklim tropis, Hawaii, yang diwakili dengan kehadiran potongan-potongan buah nanas, yang dipadu dengan saus dan irisan buah tomat, cabai hijau, bawang Bombay, ditambah keju mozzarella, serta potongan-potongan daging ayam. Ras gurih beradau dengan asam dan manis dalma satu Loyang.

Pilihan pizza kedua, carne, disebut-sebut leibh cocok disajikan untuk para pecinta penganan  serba daging. Hal itu sangat beralasan lantaran taburan pizza ini memang kaya akan produk daigng merah, mulai dari potongan sosis sapi dan irisan tipis pepperoni alias sossis daging olahan, yang telah difermentasi dan diberi tambahan bumbu khas Italia.

Tak cukup itu saja, bahan topping juga diperkaya dengan saus Bolognese atau ragu alla Bolognese dari saus tomat, yang berpadu degan daging cincang serta rempah-rempah. Hasilnya, lidah dan perut “kaum karnivor” dipastikan bakal merasa seolah sangat dimanja saat melumat potongan-potongan pizza ini masuk ke dalam mulut mereka.

Pizza jenis ketiga yang tak kalah unik adalah fiorentine, yang dari cmapuran bahan pembuat topping-nya bisa diterjemahkan menjadi semacam “kompromi” antara “kaum karnivora” pemuja hidangna serba daging dan “herbivore”, yang mengidolakan makanan serba sehat dan kaya serat, terutama yang berasal dari sayur-sayuran.

Bagian toping pizza Florentine didominasi lapisan hijau sayur bayam dan tambahan irisan jamur truffle htiam. Selain itu, ada irisan bacon sapi dan satu elemen lagi, yang menajdi semacam ciri khas pizza jenis ini, telur ayam yang dipecahkan di atas permukaan pizza, tepat swebelu mdimasukkan ke dalam pemanggang.

Penambahan telur ayam itu memberikan sensasi creamy dan kelezatan tesendiri, terutam lantaran baigan dalam kuning telur yang matang dipanggang tersebut masih bisa meleleh saat pizza diiris dan masuk ke dalam mulut untuk kemudian dikunyah dan ditelan.

Walau dimakan beramai-ramai dengan porsi kecil-kecil, lama kelamaan perut tak bisa dibohongi lantaran semakin terasa kenyang. Namun, Chef Pezzera rupanya masih punya dua kejutan hidangan pencuci mulut, puding manis rasa kopi, espresso berkrim, espresso crème brulee, dan lemon meringue cake dengan saus wild berry salsa.

Hidangan pencuci mulut pertama berbentuk puding manis berlapis caramel di bagia nbawah, yang juga mengandung cita rasa kopi espresso dank rim. Sementara, sesuai namanya, kue pencuci mulut kedua terasa asam segar, baik dari kandungan lemon dalam kue maupun siraman saus salsa beri liar ditambah meringue, yang terbuat dari putih telur yang dikocok dengan gula atau sirup gula hignga kaku. Hmm…[*/hilairusjourney.wordpress.com |Sumber : kompas, Minggu, 14 Mei 2017 | Oleh : Wisnu Dewabrata]

Advertisements

One Comment Add yours

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s