AKHIR PEKAN | Dua Musim di Karlovy Vary

Hilariusjourney.wordpress.com – SEJAK abad ke-19, Karlovy Vary dikenal akan sumber air panasnya yang disebut-sebut berkhasiat bagi kesehatan. Tidak heran jika ia disebut sebagai kota spa. Di sini juga terdapat produsen minuman kesehatan yang dirposes dari herbal. Panorama yang indah, spa, minuman kesehatan, dilengkapi dengan pemadnangan ktoa yagn tak kalah menarik. Lengkap sudah? Belum.

Membentuk kristal dari material lelehan.

Masih ada deretan bangunan dengan kolom-kolom tiang yagn tinggi menghiasi pemadnangan sepanjagn tepi sungai yang membelah pusat kota Karlovy Vary. Tunggu dulu, ini juga belum selesai. Bagi Anda pencinta Kristal bohemia, ya, dari sinilah Kristal aneka bentuk dan warna itu berasal. Masih kurang puas? Utnuk para pencinta film, setiap tahun digelar festival film international di Karlovy Vary. Kota ini sendiri kerap dijadikan latar pembuatan film. Salah sastu yang terkenal adalah Casino Royale, salah satu seri film James Bond 007.

Kota-kota di ceko, terutama Praha, kerap dijadikan latar pembuatan film-film ternama, termasuk film-film Hollywood yang sukses di pasaran, seperti Mission Impossible, Casino Royale, The Bourne Identity, hingga Les Miserables. Selain kemudahan dan biaya yang lebih ringan, jgua terdapat Barrandov Studios yang merupakan salah satu studio film terbesar di Eropa. Studio ini bahkan disebut sebagai Hollywood-nya Eropa.

Rombongan kami yang terdiri dari wartawan dan delapan wakil biro perjalanan wisata yang diundang oleh Turkish Airlines dan Czech Tourism bertolak dari Praha. Karlovy Vary hanya berjarak 2 jam perjalanan darat dari ibu kota Ceko itu sehingga memungkinkan untuk membuat rencana perjalanan pergi-pulang dalam sehari. Ada banyak transportasi umum, seperti bus, taksi, atau minibus sewaan dari Praha, untuk mencapai ibu kota yang juga dikenal dengan nama Carlsbad ini. Di kota ini juga terdapat Bandar udara dan stasiun kereta.

Orang Karlovy Vary mempercayai air dari sumber mata air panas yang ada di sana mempunyai khasiat untuk kesehatan. Mereka rutin meminumnya untuk memperlancar metabolisme.

Perjalanan kami di Karlovy Vary dimulai dengan mengunjungi Moser, salahs atu produsen terkenal Kristal bohemia. Gedung dan menaranya yang khas, masih sama seperti sejak pertama pabrik itu didirikan tahun 1857. Penampilan ini dipermodern dengna instalasi dari Kristal berwarna-warni dengan bentuk robot dan tanaman bunga.

Di pabrik Kristal Moser, kami diajak melihat sampel material hingga cetakan Kristal dari kayu serta panel proses pembuatan Kristal, sebelum melihat langsung proses pembuatan Kristal. Raungan suara Jon bon Jovi melantukan “I’ll Be There For You” mengiring para pekerja masing-masing. Dari mulai melelehkan bahan-bahan dasar Kristal dalam tungku bersuhu di atas 1.200°C , meniupnya dengan pipa panjang, memotong, hingga membentuk dan mendinginkannya di ruangan khusus.

Dari sini, kami menuju Museum Moser untuk melihat beragam produk andalan mereka mulai dari alat makan, vas, hingga produk seni. Tersedia pula galeri bagi yang ingin membawa oleh-oleh Kristal bohemia produksi Moser. Belakangan, mereka juga membuka museum dan galeri Moser di Praha.

Dari Moser kami menuju Museum Jan Becher, yang dulunya menjadi pabrik produksi Becherovka, miniman herbal beralkohol. Tempat ini pernah digunakan sebagai pabrik selama 143 tahun sejak 1867. Sejak beberapa tahun lalu, pabrik ini dipindahkan ke tempat lain yang jaraknya 3 km dari pabrik lama.

Bercherovka sendiri sudah ada sejak tahun 1807 dan akrab dengan orang Ceko. Dalam film Anthropoid (2016) yang berkisah tentang operasi Antropoid pada mas Perang Dunia II, tokoh-tokohnya terliaht meminum Becherovka ini. Minuman ini dibuat dari berbagai macam tumbuhan, dengan bahan utama bunga hops dari tanaman merambat yang tingginya bisa mencapai 6 m.

Minuman yang mengalami proses fermentasi ini dipercaya berkhasiat untuk kesehatan, yakni membantu proses pencernaan. Di akhir sesi tur, pengunjung diajak icip-icip tiga macam minuman dengan seloki-seloki kecil. Jika ingin membeli produk ,tentu saja bisa. Tersedia toko di bagian ujung rute perjalanan pengunjung.

Kedua museum itu menjadi contoh tradisi yang dipertahankan dan kualitas yang terus ditingkatkan. Pada akhirnay akan memberi manfaat ekonomi dan menjadi sejarah yang terus berlanjut.

Sumber mata air panas

Sungai Tepla yang membelah Kota Karlovy Vary. Sungai ini dikelilingi bangunan-bangunan bersejarah di kanan kirinya, sumber air panas, galeri, dan resor.

Tidak jauh dari Museum Jan Becher, kami bertolak ke pusat keramaian di Karlovy Vary. Di area ini juga terdapat beberapa sumber mata air panas. Total ada 100 sumber mata air panas yang ditemukan ,tetapi baru 12 yang digunakan langsung. Beberapa dialirkan ke hotel. Spa biasanya dilakukan di hotel-hotel.

“Biasanya orang ke sini 2-3 minggu untuk terapi. Setiap pagi minum air dari mata air lalu spa atau terapi lainnya,” kata Veronica, pemandu yang mendampingi kami.

Kami menyusuri rute mengikuti tepi Sungai Tepla yang kanan kirinya dihiasi dengan bangunan-bangunan berwarna-warni. Salah satunya bangunan bercat merah dengan atap coklat bernama Peter. Menurut Veronica, bangunan ini salahs atu yang selamat dari hujan bom pada masa PD II. Di seberang Petter adalah bangunan cantik dengna tiang-tiang tinggi dan di salhs satu bagiannya terdapat sumber mata air panas bermineral.

Ktia bebas meminum air itu dengan membawa cangkr sendiri. Orang setempat biasa memakai cangkir porselen unik yang diberi nama Kala. Di salahs atu sisi terdapat semacam sedotan untuk menyeruput air yang panasnya bervariasi dari satu sumber ke sumber lain, antara 47-72°C.

Meniup kristal yang tengah dibentuk.

Karlovy Vary pernah dikuasai Jerman pada 1938. Lokasinya hanya 15 km dari perbatasan Ceko dengan Jerman. Pada 1944, kota ini menjadi sasaran bom tentara sekutu. Pada abad-abad sebelumnya ktoa ini juga beberapa kali hancur karena banjir dan kebakaran besar. Namun, kini tak ada lagi jejaknya, yang tersisa sebuah kota cantik di lembar geiser yang dikelilingi pegunungan. Sebelum kembali ke Hotel Imperial, tempat kami menginap, kami melewati Hotel Grand Pupp yang cantik dan muncul pada menit ke-30 dalam film Casion Royale.

Hotel tempat kami menginap sendiri, bagian fasadnya disebut-sebut menginspirasi The Grand Budapest Hotel, film peraih beberapa kategori Piala Oscar. Hotel ini sebenarnya tidak ditemukan aslinya di ktoa Budapest, tetapi hanya set studio yang shooting-nya dilakukan di Jerman. Brosur Hotel Imperial menyebutkan, sejumlah tamu kenamaan pernah datang atau menginap di sini, mulai dari Sigmund Freud, Goethe, Brahms, hingga tokoh terkini, seperti Putin, Michael Douglas, dan Sharon Stone.

Suasana Karlovy Vary usai hujan salju dilihat dari Hotel Imperial.

Ketika kami datang ,tampak tamanya yang cantik terliaht dari kamar atas. Ketika kami bertolak, salju pertama telah mengubahnya menjadi serba putih. Musim dingin telah tiba…[*/tukang-jalan.com dari Kompas, Sabtu, 24 Desember 2016 | Oleh : Sri Rejeki]

Baca juga : pulang ke rumah desa

Hanya sehari semalam di Karlovy Vary, Ceko, tetapi rasanya bagai dua musim di kota cantik itu. Ini karena musim dingin datang lebih cepat. Kami tiba saat musim gugur, ketika angin mengembus daun warna-warni, dan berlalu ketika titik-titik salju melabur bumi menjadi putih.

Advertisements

One Comment Add yours

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s